Bidang Pariwisata III

Ditulis oleh Admin
🕔  April 27, 2018



OBJEK WISATA RUMAH ADAT
DI WILAYAH KABUPATEN NIAS UTARA


 
1. Rumah Adat – Desa Anaoma
77.png
Sebuah bangunan tradisional besar Nias Utara yang terpelihara dengan baik. Bangunan berbentuk lonjong di atas panggung dibuat dari kayu. Ia memiliki atap daun rumbia yang tinggi dan curam. Di kedua sisi ada tangga kayu mengarah ke beranda tertutup kecil. Ini adalah pintu-pintu masuk ke rumah. Di bagian belakang rumah ada perluasan kecil di atas panggung yang berfungsi sebagai dapur. Di dalam rumah ada ruang tamu besar dan empat kamar kecil. Di dalam rumah ada beberapa ukiran yang menarik terpasang di atap. Selain dari ini, rumah ini tidak memiliki perhiasan atau benda tradisional. Rumah terletak pada dasar asli batu yang telah diperbaiki dengan semen. Rumah ini adalah dari 5 keturunan membuatnya berumur hampir 100 tahun. Pada tahun 2010 ada renovasi lengkap dimungkinkan oleh dana dari luar. Saat ini, rumah ini dalam kondisi baik dengan 6 orang yang tinggal di dalamnya.
Lokasi: Desa Anaoma, Kecamatan Alasa.
Akses: 48 km dari Gunung Sitoli, 10 km dari Ombolata. Akses sulit yang membutuhkan kendaraan 4WD. Jalan-jalan kecil di Alasa tidak di aspal dan kebanyakan adalah jalan berlubang-lubang.

2. Rumah Adat – Desa Banua Sibohu Tiga
78.png
Sebuah bangunan tradisional dalam gaya Nias utara. Sebuah bangunan berbentuk lonjong di atas panggung dibuat dari kayu dengan atap yang curam dan tinggi. Sebuah keistimewaan menarik dari rumah ini adalah bahwa atap daun rumbia tradisional telah digantikan oleh atap seng. Sebuah tangga kayu yang mengarah ke beranda tertutup kecil berfungsi sebagai pintu masuk ke rumah. Di dalam rumah ada ruang tamu besar, dan tiga kamar kecil. Karena adanya perubahan atap, jendela gaya lama telah diganti dengan jendela atap pelana. Atap seng menarik karena merupakan salah satu dari beberapa di Nias Utara. Di selatan pulau ada banyak rumah-rumah tradisional yang telah berubah dari atap daun rumbia tradisional kepada atap seng, terutama karena biaya yang terlibat dalam mengganti atap daun rumbia setiap 2-3 tahun. Ongkos mahal untuk mengganti atap adalah alasan utama mengapa banyak rumah-rumah tradisional yang ditinggalkan. Rumah yang ditinggalkan jatuh ke dalam keadaan rusak dalam beberapa tahun jika tidak dipelihara.
Lokasi: Desa Banua Sibohu Tiga, Kecamatan Alasa Talumuzoi
Akses: 43.5 km dari Gunung Sitoli, 10.5 km dari Ombolata. Akses yang lumayan.

3. Rumah Adat – Desa Humene Sihene’asi
Ini adalah konsentrasi terbesar dari rumah adat bergaya Nias utara di Kabupaten Nias Utara. Kebanyakan adalah terpelihara dengan baik dan saat ini ada penduduk. Umur rumah-rumah ini berbeda. Ada beberapa yang dibangun pada sekitar akhir 1940-an sementara yang lain hanya berumur beberapa tahun. Semuanya dibangun di atas panggung dengan atap tradisional yang curam dan dari daun rumbia. Mereka juga biasanya memiliki bagian dapur terdapat di belakang. Bagian ini biasanya sering gaya modern. Ada perbedaan dalam rancang dan gaya di antara rumah-rumah ini yang membuat kampung ini sangat menarik. Ada juga banyak contoh perabot tradisional, senjata, alat-alat dan barang-barang rumah tangga yang masih digunakan. Ini adalah kampung bukanlah sebuah museum, itu adalah komunitas hidup di mana banyak aspek unik dari budaya Nias utara masih dipraktekkan.
Rincian lebih lanjut tentang setiap rumah dapat ditemukan di lembar data di bawah ini. Lihat peta desa untuk lokasi rumah masing-masing.
Lokasi: Desa Humene Sihene’asi, Kecamatan Tugala Oyo
Akses: Akses sulit. Hanya bisa menggunakan mobil 4WD atau sepeda motor. Bagian ini di Kecamatan Tugala Oyo perlu diakses dari Gunung Sitoli dan melalui Kabupaten Nias Barat, karena tidak ada jalan dari lain kecamatan di Nias Utara (2014). Mengendara jarak dari Gunung Sitoli adalah kira-kira 48 km. Jarak terakhir adalah jalan yang berada dalam keadaan sangat buruk. Karena keadaan jalannya, perjalanan memakan waktu setidaknya 3.5 jam.

Ada 13 rumah adat yang dapat ditemukan di kampung ini, yaitu :

Rumah Adat 1
80.png
Dibangun sekitar tahun 1964, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Selain dari ruang tamu besar yang biasa, ada empat kamar tidur. Pada saat ini, ada lima orang yang tinggal di sini.

Rumah Adat 2
81.png
Dibangun sekitar tahun 1960 an, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Kaki-kaki di rumah ini agak lebih tinggi dari biasanya. Selain dari ruang tamu besar yang biasa ada empat kamar tidur. Pada saat ini, ada empat orang yang tinggal di sini.

Rumah Adat 3
82.png
Dibangun pada tahun 2009, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Selain dari ruang tamu besar yang biasa, ada empat kamar tidur. Pada saat ini, ada sepuluh orang tinggal di sini. Meskipun rumah sangat baru, itu dibangun dengan menggunakan cara dan bahan-bahan tradisional. Pemilik rumah ini adalah pembangun paling berpengalaman dengan rumah-rumah tradisional di Nias Utara. Dia telah mengawasi bangunan dan renovasi beberapa rumah di desa ini. Dia saat ini sedang mengajar keterampilannya kepada putranya.

Rumah Adat 4
83.png
Dibangun pada tahun 1955, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Selain dari ruang tamu besar yang biasa, ada dua kamar tidur. Ada lagi dua ruang tidur yang telah dipisahkan dengan kain. Pada saat ini, ada delapan orang yang tinggal di sini.

Rumah Adat 5
84.png
Dibangun pada tahun 1998, rumah ini adalah berbentuk lonjong seperti kebanyakan rumah-rumah adat dari bagian utara Nias, tetapi atapnya adalah bentuk yang tidak biasa. Memiliki jendela atap pelana besar dan ada lantai kedua di atas ruang utama. Selain dari ruang tamu besar yang biasa, ada empat kamar tidur. Pada saat ini, ada enam orang yang tinggal di sini.

Rumah Adat 6
85.png
Dibangun pada tahun 1950, rumah ini adalah berbentuk lonjong seperti kebanyakan rumah-rumah adat dari Nias utara. Tetapi rumah ini tidak sepenuhnya dirancang dengan gaya di bagian utara Nias. Di lantai bawah ada jendela-jendela persegi dan dinding yang tegak lurus. Biasanya di rumah adat Nias utara ada jendela dengan teralis kayu mendatar dan dinding yang miring. Luar biasanya ada tingkat kedua di rumah ini dan ada jendela atap pelana besar di atap. Terlepas dari ruang tamu besar, ada dua kamar tidur. Pada saat ini, ada lima orang yang tinggal di sini. Lantai di beberapa bagian rumah ini perlu diganti.

Rumah Adat 7
86.png
Dibangun pada tahun 2001, rumah ini adalah berbentuk lonjong seperti kebanyakan rumah-rumah adat dari bagian utara Nias. Selain dari ruang tamu besar, ada empat kamar tidur. Sekarang pemiliknya tinggal di Surabaya dan berbagai saudara dari desa tinggal di rumah ini dari waktu ke waktu.

Rumah Adat 8
87.png
Dibangun pada tahun 2009, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Meskipun rumah sangat baru, dibangun dengan menggunakan cara dan bahan-bahan tradisional dan dalam keadaan sangat baik. Selain dari ruang tamu besar, ada empat kamar tidur. Pada saat ini, ada delapan orang yang tinggal di sini. Bangunan itu memiliki kawasan dapur besar di belakang.

Rumah Adat 9
88.png
Dibangun pada tahun 2005, ini adalah sebuah bangunan tradisional yang tidak biasa untuk daerah ini. Rumah ini tidak berbentuk lonjong tetapi persegi, yang merupakan gaya bangunan dari bagian tengah Pulau Nias. Selain dari itu, rumah ini mirip dengan bangunan tradisional lain di daerah, dibangun di atas panggung dengan atap yang tinggi dari daun rumbia. Di rumah ada beberapa obyek menarik, seperti tombak, pedang dan pisau. Selain dari ruang tamu besar, ada empat kamar tidur. Ada tujuh orang yang tinggal di sini.   

Rumah Adat 10
91.png 
Dibangun pada tahun 1948, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Selain dari ruang tamu besar, ada empat kamar tidur. Pada saat ini, enam orang yang tinggal di sini. Bagian dalamnya telah dicat putih, memberikan kelihatan yang cerah dan bersih. Rumah ini dan tetangganya berbagi emper pintu masuk yang sama. Pemilik-pemilik asli dua rumah-rumah adalah saudara dan membangun rumah-rumah mereka dalam waktu satu tahun dari satu sama lain dan menghubungkan mereka dengan cara ini. Disamping rumah juga adalah toko kecil, yang bisa di masuk dari rumah dengan menggunakan sebuah pintu perangkap kecil.

Rumah Adat 11
89.png
Dibangun pada tahun 1947, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Selain dari ruang tamu besar, ada empat kamar tidur. Pada saat ini, ada sembilan orang yang tinggal di sini. Ada banyak benda-benda tradisional yang sangat tua seperti perabot dan barang-barang rumah tangga serta rincian desain yang menarik. Ada dapur yang besar terlampir di belakang rumah. Rumah ini dan tetangganya berbagi emper pintu masuk yang sama. Pemilik-pemilik asli dua rumah-rumah adalah saudara dan membangun rumah-rumah mereka dalam waktu satu tahun dari satu sama lain dan menghubungkan mereka dengan cara ini. Keluarga menjalankan sebuah toko penjahit dari rumah mereka.

Rumah Adat 12
90.png
Dibangun pada tahun 1961, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Selain dari ruang tamu besar, ada empat kamar tidur. Pada saat ini, ada sembilan orang yang tinggal di sini. Di dalamnya telah dicat putih, memberikan kelihatan yang cerah dan bersih. Ada sebuah perluasan besar di belakang rumah, yang termasuk dapur dan kamar mandi.

Rumah Adat 13
92.png 
Dibangun pada 2004/2005 sebelum gempa, ini adalah rumah adat berbentuk lonjong yang gaya khas dari bagian utara Nias. Ini agak lebih kecil daripada rumah-rumah lain tetapi atapnya lebih tinggi dan curam. Anehnya, rumah ini telah dibangun di teras di bawah permukaan jalan. Selain dari ruang tamu besar, ada tiga kamar tidur. Pada saat ini, ada tujuh orang yang tinggal di sini.

Daftar Permohonan

Permohonan Diterbitkan

Permohonan Belum Diambil

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut anda tampilan website DPMPPTSP ini?

  • Bagus – 3 Votes
    100%
  • Sedang – 0 Votes
    0%
  • Kurang Bagus – 0 Votes
    0%
Total votes: 3

Survey 1

Survey Kepuasan Masyarakat (SKM)

  Lihat Hasil